Ulang Tahun dan Sahabat

By: Lembayung

Beberapa hari yang lalu adalah hari ulang tahun saya. Tidak biasanya, dan belum pernah terjadi seumur hidup saya dimana saya masih terjaga pada detik-detik pergantian tanggal ketika kedua jarum jam tepat melewati angka dua belas. Selama ini meskipun saya termasuk orang yang susah tidur dan jam tidur saya ada di sekitar 0100-0200 dinihari tetapi jika pas hari ultah saya, saya selalu sudah tertidur sebelum jam 0000. Kalau terbangun, itu pasti karena terpaksa menerima telepon teman-teman yang mengucapkan selamat ultah saja.

3rd-bday-3-blog

Kali ini sambil membaca John Grisham The Majesty, tidak sadar ketika melihat jam ternyata sudah menunjukkan 0005, yang dengan penuh kesadaran segera saya tutup novel itu dan mengambil posisi berdoa (seumur hidup saya,di hari ultah saya tidak pernah tengah malam berdoa khusus seperti itu). Lepas tengah malam itu saya mulai membuka doa dengan ucapan syukur karena masih diberi kesempatan memperbaiki kualitas hidup saya, diberi bonus satu tahun dari tahun kemarin. Entah mengapa saat itu saya merasa saya tidak penting lagi, karena pada detik itu saya merasa sungguh berkecukupan (walaupun itu mungkin euforia belaka), sehingga doa saya lanjutkan dengan mendoakan kedua orang tua saya agar diberi kesehatan dan kebahagiaan menjelang masa senja. Kepada adik saya agar dipompa semangat hidupnya sehingga selalu tergerak untuk meraih yang terbaik baginya. Kepada sahabat-sahabat terdekat saya, Tiur semoga diberi ketabahan dan kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi cobaan-cobaan hidupnya yang membuat saya selalu salut dengan kegigihannya memperjuangkan kepentingan keluarga. Putri, yang saya mohonkan untuk diberi kehendak yang kuat dalam meraih semua mimpi-mimpinya yang selalu membuat saya iri karena dia bisa bermimpi dengan begitu indah dan terlihat sangat yakin akan bisa meraih mimpinya. Sekar, yang saya mohonkan untuk diberi pencerahan atas kebimbangan dan kegamangan hatinya dalam menentukan pilihan hidup untuk masa depannya, yang selalu membuat saya ikut merefleksikan apa saja hal yang sudah kita raih sampai sekarang dan apa saja yang harus kita lakukan untuk terus maju dan optimis menjelang masa depan. Terakhir, saya berdoa untuk sahabat saya yang lain, Night, seorang sahabat yang meski akhir-akhir ini intensitas relasinya berkurang tetapi ketika dibutuhkan, dia selalu menjadi tempat sampah yang terbaik untuk saya. Saya mohonkan supaya dia diberikan optimisme yang mampu memupuk kualitas seorang Night sehingga menjadi energi positif bagi orang-orang yang mengenalnya, seperti sebagaimana saya mengenalnya selama ini.

Sengaja saya tak mendoakan diri saya sendiri, entah karena saya tidak tahu harus memohon apa, atau malah mungkin karena desakan permohonan-permohonan yang maha banyak bergumul dalam otak saya. Tetapi yang jelas tengah malam itu saya merasa ringan dan begitu dekat dengan para sahabat yang tak satu pun tinggal sekota dengan saya. Merasa merayakan dua puluh delapan tahun perjalanan saya mencari kualitas hidup terbaik dengan pesta ulang tahun maya dengan para sahabat yang hadir dalam gelombang imajinasi saya. Di umur yang seharusnya saya sudah menggenggam asa akan kepastian dan penentuan pribadi ternyata masih bolong di sana-sini. Tak apalah. Yang jelas, kali ini saya merasa kebutuhan akan sahabat yang bisa terpenuhi bukan dengan tatap mata atau suara dalam kabel. Hanya cukup hadir dalam imaji saya. Well, tidak pernah menyangka kalau itu ternyata cukup lho….

Cheers,

Lby (04-07-09;11:34)


About this entry