Me? Old-fashioned?

Lembayung – SOLO the spirit of java

happy-couple“Kamu sih Yung, kalo sudah suka sama cowok ya cuma suka sama ituuuuu….. terus. Kadang-kadang masih liat kiri-kanan dikit napa.” Begitu protes seorang sahabatku di suatu senja di dalam bus Damri jurusan Bandara-Rawamangun dan bahkan aku lupa apa yang sedang kami bicarakan saat itu. Yang terngiang-ngiang sampai detik ini hanya sepenggal kalimatnya itu. Kupikir itu kalimat yang nyeleneh. Aku dipersalahkan karena seumur hidupku aku tak pernah mengenal pohon cinta yang bercabang. Terbiasa kenal cinta itu monokotil, alias nggak bercabang.

Wow… jangan-jangan konsepku ini udah kuno kali ya? Seumur hidup emang nggak pernah tuh bisa jatuh cinta kepada dua orang or more secara bersamaan. Suka ya cuma bisa sama satu orang, apalagi pacaran. Mungkin di kamusku cuma kenal replace kali ya, bukan add atau enqueue. Hahaha… Hikz… tapi kenapa ya aku diprotes begitu? Sama sahabat sendiri pulak?

Mungkin dia bete karena cuma nama cowok itu aja yang terus-menerus kusebut setiap curhat ke dia? Hahaha…. Mungkin juga. Karena aku tipe yang nggak pedulian mau tuh cowok pacarku atau bukan, suka ma aku atau nggak, tetap aja kalo udah suka ya suka aja. Sampai bosan dan ada mode replace.

Aku sebenarnya sih pengen juga ngrasain gimana sih bisa membagi-bagi hati untuk banyak orang? Kan asyik tuh, bisa muat take and give or payback-nya banyak. Hihihi… Cuma kok nggak pernah bisa ya. Makanya itu… mungkin perlu merubah ke-old-fashioned-an-ku ini kali ya? Kupikir bagus juga sih….buat cadangan biar nggak gampang sakit hati karena tersedia stock penghibur. Hahaha…

Terima kasih deh, ni tulisan emang asli kacau abis.

Cheers,

Lby (20/01/09;15:58)


About this entry