Bukan Malam Terakhir (Poem)

Kabut hitam, kabut yang tampak hening berarak di langit, isyarat hujan akan turun.

Malam yang sempurna, malam yang gelap dan hitam, terasa dingin. Jiwa sang malam merasuk menunjukkan diri.

Malam bukanlah siang yang selalu ada matahari untukmu…
Malam tak pernah ada matahari untuk menumbuhkan bunga…
Malam tak pernah memiliki matahari untuk memeluk dengan kehangatan…
Saya hanyalah malam dingin tanpa matahari…

Matahari itu terlalu hebat…
Matahari selalu memberi panas kehangatan…
Matahari tetap memberi sinarnya meski awan menghalanginya..
Matahari memberi tumbuhan kehidupan…
Matahari memberi cahaya, memberi kesempatan menatap keindahan dunia…
Matahari bahkan memberi cahaya keindahan terhadap bulan, membuat malam tetap indah..

Hati ini terdiam dalam tanya, menatap ke langit malam berharap mendengarkan jawaban. Kita terlepas, saling menjauh dan melangkah di jalan berbeda. Malam ini menjadi sama dengan malam lainnya, dalam hingar bingar keheningan…

Bintang menemani bulan, tapi bukan bintang yang memberi cahaya pada bulan..
Kumbang selalu berada di dekat bunga, tapi bukan kumbang yang menumbuhkan bunga…
Matahari tetap memberi cahayanya meski kita tak pernah ingin menatapnya…
Matahari itu terlalu hebat…

Malam ini tetap indah, melangkah tanpa menoleh kebelakang. Berjalan dalam pelukan malam, pelukan dingin yang terus membasahiku. Meskipun kegelapan malam tak pernah tercipta layaknya siang terang, tak pernah tercipta untukku, tapi kegelapan malam ada untuk menjagaku dalam istirahat… Akan selalu ada dan tak akan pernah tercipta…

By Night
editan Bukan Malam terakhir article :p


About this entry