Laki-laki dan Punggung

By: Lembayung

Sebenarnya agak aneh juga sih menulis artikel seperti ini. Diawali dari beberapa hari yang lalu, kebetulan ada satu hal yang mengharuskan saya membonceng seorang teman naik motornya. Punggungnya bagus, berbentuk segitiga kokoh. Pas sekali dengan standardisasi tubuh laki-laki idaman. Tinggi dan berat badannya mungkin juga termasuk kategori ideal (karena saya tidak tahu tinggi dan beratnya yang sesungguhnya), atletis, penuh di beberapa bagian, dan ramping di beberapa bagian, pasti karena hasil rajin fitness deh. Ditambah lagi angin semilir malam hari meneruskan aroma parfumenya ke hidung saya. Wangiiii… aroma unisex, tidak terlalu banyak aroma rempah khas cowok, ada sedikit aroma citrus yang segar. Aduhhh…. sampai tangan ini terpaksa melingkari pinggangnya. Dalihnya sih untuk safety aja karena laju motor agak lebih kencang sedikit di atas rata-rata. Ha…ha…ha…

Kalau cowok biasanya suka sekali memandang punggung cewek yang mulus, putih, dan bersih jika memakai backless, kemben, atau swimsuit; kira-kira apa hal yang sama juga ada di pikiran cewek ya? Apa mungkin ada yang punya hobi sama dengan saya? Saya suka sekali memandangi punggung laki-laki (pastinya tampak belakang dong ya…). Bagi saya punggung laki-laki menggambarkan sebagian personalitynya. Punggung yang tegak, menggambarkan orang yang selalu waspada, siap menghadapi tantangan. Punggung yang bidang dan kekar, menggambarkan perlindungan totalitas pada orang-orang yang disayanginya. Punggung yang ramping dan liat menggambarkan kerja keras dan kepraktisan pola pikir. Ah…. Sepertinya terlalu mengada-ada ya…. Dan juga tidak perlu terlalu dipercaya, karena ini memang tidak melalui penelitian yang valid dan terpercaya. Hanya disimpulkan dari beberapa sample hidup di sekeliling saya saja kok. Hi…hi…hi…

Hobi saya memang sedikit aneh kali ya, dulu saya suka sekali memeluk pacar saya dari belakang. Ada sensasi yang sangat berbeda di sana, sepertinya saya memilikinya secara penuh, utuh, dan hanya untuk saya seorang. Ada sedikit simbol egoisme juga kali ya sebenarnya? Entahlah, tapi sungguh sangat terasa berbeda ketika memeluknya dari depan. Saya pun suka melihat punggungnya pergi sampai menghilang di balik tikungan ketika habis mengantar saya pulang. Selalu seperti itu, tak pernah absen, meski ketika diantar pulang dalam keadaan ngambek dan marah sekalipun. Punggung itu punya magnet, punggung itu berbicara. Apa karena memang saya terlalu terobsesi dengan punggung, seperti sebagian laki-laki terobsesi dengan perempuan berdada besar?

Tulisan ini dibuat untuk sedikit gambaran kalau dada bidang dan perut six-pack laki-laki tidak selalu menjadi first sight untuk ketertarikan fisik (selain good looking, tentunya), tapi juga punggung yang kekar dan kokoh. Tapi ini bisa juga berlaku secara eksklusif, dimulai dari penulis sendiri. He…he…he…. Satu lagi, tidak hanya cowok saja yang menjadikan punggung mulus cewek sebagai objek pemuasan mata, tapi berhati-hatilah karena punggungmu wahai cowok-cowok juga dipakai objek pemuasan mata perempuan. Tapi lagi-lagi ini juga berlaku secara eksklusif, dimulai dari penulis sendiri. He…he…he….

Jadi jika suatu saat nanti ada cewek di belakang Anda yang bilang, “Bang, diam kenape, gak usah tengak-tengok ke belakang lah lu!” itu berarti ada cewek yang sedang menikmati punggung Anda, berbanggalah! Tapi bisa juga ding cewek itu ngamuk melihat Anda menengok ke bagian dadanya bagaikan menembus kaos tubetopnya. Hi…hi…hi…. Terima kasih, salam!!


About this entry