Lost

By: Lembayung

Meskipun kita sudah meng-klaim kalo sudah kehilangan sesuatu, tetapi kenapa ya ketika diingatkan lagi tetap terasa sangat menyakitkan. Tetap terasa sangat kehilangan.

Padahal memang jelas sudah hilang. Kata Night, semua yang sudah hilang tidak akan kembali, malah kitalah yang akan menuju ke sana. Well, seperti biasa, kalimatmu selalu membuatku mumet, Night.

Aku pernah punya sesuatu yang istimewa, sesuatu yang dibalut dengan emosi, hasrat, dan kerapuhan. Memeluknya untuk sementara waktu terasa sangat menyenangkan, meskipun jika dibuat list secara mendetail juga tidak akan terlalu semenyenangkan itu kok. Hanya saja, aku memang ingin mengingat kesenangannya saja. Kepedihan cuma sekedar penghias dan pembanding kepada kesenangan itu sendiri.

Sesuatu yang istimewa bagiku itu memang telah lama hilang, dan jelas sudah tidak mungkin kembali. Tidak ada senoktah cara pun untuk bisa menemukannya dan menjinjingnya kembali, memajangnya di sudut ruang semu. Tapi kenapa tiba-tiba tubuh seperti tersengat lebah marah yang menuangkan gelombang emosinya sesaat lalu mati? Teringatkan kembali akan kehilangan itu? Teringat kalau ternyata aku masih peduli pada sesuatu yang hilang? Merasa masih memilikinya padahal sudah tak ada di tangan? Merasa sangat nelangsa karena kehilangan, lebih-lebih karena yang hilang itu telah dipungut oleh tangan lain dan dibawanya ke ruang nyata, bukan semu seperti yang kutawarkan dulu.

Sepertinya aku perlu menghilangkan rasa kehilangan ini secepatnya. Jika tidak, aku sendiri yang akan kehilangan warna-warni hariku hanya karena tidak bisa menghilangkan rasa kehilangan yang bisa menghilangkan hasratku.


About this entry