By Night – Mata-mata


Pagi pada hari minggu, baru bangun seperti biasa jiwa dan ragaku masih belum menyatu seutuhnya. Sepertinya masih antara alam nyata dan alam mimpi, bangun dengan badan kegel, (ralat, pegel) setelah bermimpi naik tangga yang tinggi sekali, sepertinya ini akibat dari kegiatan sehari sebelumnya yang membuat badan serasa remuk, atau posisi tidur yang salah, atau mungkin malah akibat mimpi tersebut hehe….

Seperti biasa bangun tidur niatnya ngga langsung mandi, yang pertama dilakukan adalah mencari gelas dan mencari air putih. Setelah meminum air segelas, mencari susu bubuk lagi, bikin susu, terus minum susu. Mataku terarah ke cermin, memperhatikan wajahku yang hancur, tampak kondisi mata yang sayu dengan wajah yang masih ngantuk dan tentu saja rambut berantakan. Pada akhirnya keputusan untuk mandi harus direalisasikan, jika tidak demikian kemungkinan wajahku akan terus kelihatan seperti orang yang tidak punya semangat hidup.

Habis mandi, setelah berpakaian lengkap, kemudian gosok gigi (maaf ritualku sejak memang sarapan dan mandi dulu baru gosok gigi). Mataku terarah ke cermin, sepertinya saya masih belum terlihat segar, padahal rambut sudah tersisir rapi dengan perkiraan lalat kalo hinggap dirambutku juga akan terpeleset. Penasaran juga, kenapa ya masih terlihat ngantuk, padahal baru habis mandi. Ya kurang tidur ni, memang pasti demikian, ada yang berubah pada lipatan di kelopak mataku. Jika kurang tidur, biasanya lipatan di kelopak mata bagian kiri akan menjadi dua lipatan, normalnya hanya satu doank di setiap bagian.

Sama seperti hari lainnya, mataku ngga pernah siap kena sinar matahari begitu buka pintu rumah. Selalu menjadi sakit, kecuali jika menggunakan kacamata yang gelap, sayangnya kacamata itu sudah rusak akibat kelalaian pemiliknya. Akhirnya keputusan kembali menutup pintu rumah dengan mata terpejam menahan rasa ngga enak di mata. Kembali lagi melihat ke cermin, penasaran dengan lipatan di kelopak mata ini, merusak kepercayaan diri pada wajahku hikz…

Lipatan pada kelopak mata ini, dengan kondisi ini memang membuatku tidak nyaman. Jika sudah begini seringkali ketemu orang selalu ditanya, “Baru bangun tidur ya?”. Hal yang sudah sering terjadi, pertanyaan yang sudah sering didengar jika mataku sudah begini, tapi sepertinya sudah kebal dan tidak peduli dengan pertanyaan demikian. Lagipula saya tidak kurang tidur setiap hari sehingga intensitas pertanyaan tersebut juga tidak diperoleh setiap hari. Yang membuat tidak nyaman adalah jawaban yang harus keluar dari mulut ini yang seringkali dianggap bohong, padahal kurang tidur tidak ada hubungan dengan baru bangun tidur.

Seketika saya mulai mengkilas balik dulu pernah memperhatikan adanya suatu kosmetik (atau apalah sebutannya yang saya tidak tahu namanya) untuk membuat lipatan pada kelopak mata, biasanya wanita yang tidak mempunyai lipatan pada kelopak mata menggunakan benda ini untuk membuat lipatan imitasi. Katanya sih jika menggunakan terus menerus efeknya ntar akan membentuk lipatan pada kelopak mata. Terus jika ingin membentuk efek yang cepat musti digunakan ala upside down, dibalik gitu penggunaannya. Seberapa pentingnya lipatan ini untuk membuat wajah tampak menarik saya sendiri kurang memahami, mungkin seperti keinginan banyak orang memiliki lubang seperti lesung pada pipi atau mungkin keinginan menghilangkan ceker ayam pada samping mata, atau malah seperti keinginan memiliki dagu yang membelah.

Bagi sebagian orang mungkin menganggap lipatan ini sebagai salah satu unsur dalam membentuk wajah yang menarik. Setidaknya karena saya memperhatikan beberapa orang mencoba membuat lipatan imitasi ini dan berharap ntar akan memperoleh lipatan yang original.. Seberapa pentingnya sepengetahuanku bagi banyak orang di Asia menganggap ini penting lho… Entah apa efeknya dari lipatan ini, mungkin membuat mata yang sipit menjadi belo? Atau mata yang tajam menjadi sayu? Atau efek lain? Saya sendiri ngga tau kelebihan dari lipatan ini, hanya saja sudah ada sample jika kurang tidur lipatan pada kelopak mata kiriku akan menjadi dua lipatan dan memberi efek terlihat seperti orang baru bangun tidur.

Sebenarnya saya sendiri kurang memperhatikan masalah lipatan ini, lagipula ngga memperhatikan setiap kelopak mata orang sehingga ngga tau apakah banyak orang yang punya maupun ngga punya. Tapi bisa dipastikan ini sesuatu yang penting dalam penampilan wajah, terlepas dari alasan dibalik memiliki lipatan ini dikaji secara ilmiah, karena sejak jamannya dinasti yang sudah dulu-dulu banget lipatan ini salah satu unsur memperindah wajah, mungkin sama indahnya dengan anggapan telapak kaki wanita yang dipatahkan pada jaman dulu di negri tiongkok supaya jalannya terlihat pinggul goyang sana sini.

Apakah ada yang dari bidang kecantikan bisa menjelaskan tentang lipatan di kelopak mata ini? Selama yang memiliki maupun tidak memiliki merasa nyaman sih ngga masalah menurutku, kecuali sepertiku yang tidak nyaman jika lipatan ini jika sudah memberi efek seperti orang baru bangun tidur (untungnya jarang banget, kalo ngga bisa menghilangkan kepercayaan diriku haha…). Kok tiba-tiba ngelantur nulis soal lipatan pada kelopak mata ini, belum bisa dipastiin artikel ini yang aneh atau penulisnya yang aneh… Semoga besok wajahku akan terlihat segar kembali, dan selamat pagi semuanya…


About this entry