Bukan Malam Terakhir

By: Night

Kulihat kabut hitam. Kabut yang hening, menggantung berarak di langit, isyarat hujan akan turun.

Malam yang sempurna, dibalik semua kekurangan ini. Malam yang gelap dan hitam, terasa dingin. Saya, jiwa sang malam.

Malam bukanlah siang, siang yang selalu ada matahari untukmu. Ketika kamu ingin menjadi bunga, saya ingin menjadi matahari yang membuatmu tumbuh, bukan menjadi kumbang yang menghisap madumu. Ketika kamu ingin menjadi bulan, saya ingin menjadi matahari yang memberimu cahaya keindahan, bukan menjadi bintang-bintang yang menemanimu. Saya ingin menjadi matahari yang memelukmu dengan kehangatan, menyinarimu, memberimu cahaya, sekalipun kamu tidak melihat ke matahari. Saya hanyalah malam dingin yang ingin menjadi matahari bagimu.

Hati ini terdiam dalam tanya, menatap ke langit malam, berharap mendengarkan jawaban tidak ada larangan seseorang untuk setia. Kita terlepas, saling menjauh dan melangkah di jalan berbeda. Pada setiap detak jantung ini masih mengingatmu, terukir di hati tersunyi, tersembunyi dalam kenangan.

Malam ini tetap indah, melangkah tanpa menoleh kebelakang. Berjalan dalam pelukan malam, pelukan dingin yang terus membasahiku.

Teruntuk, a girl named snow.

Night


About this entry